Operator Seluler

Yeah…, Operator Seluler saat ini semakin seenaknya sendiri dalam beriklan ato promosi. Cobak liat ajah trik membodohi konsumen dan mengumbar janji manis daripada menunjukkan performa. Seharusnya operator seluler membuktikan dulu kinerja layanannya kepada konsumen baru deh jualan kecap yang selalu nomer satu. Janji manis operator seluler yang bertebaran tidak selalu dapat diharapkan terealisasi.

Selain hanya gimmick, janji yang diumbar operator seluler lewat iklan masih banyak mengandung unsur pembodohan publik. Cara operator seluler berpromosi masih belum dibenahi, tidak edukatif dan cenderung berlebihan.

Well…, seperti sayah baca dari tulisan Pak Legiman Misdiyono di sebuah Tabloid ponsel, meski fenomena perang tarif dan promosi sudah sedikit mereda, namun iklan yang mengusung nilai rupiah dengan angka di bawah satu rupiah dengan sejumlah nol masih aja beredar. Bahkan gembar-gembor promosi yang seperti itu kembali digencarkan oleh operator seluler.

Salah satu operator seluler papan atas mulai lagi menggelontorkan promosi yang berlebihan dan operator seluler ini mencoba mengakali konsumen.

Kalok dikaji ulang, ternyata hitungan dan promo yang jadi gimmick operator seluler tidak sama dengan rupiah yang kita keluarkan saat rumus-rumus dibelakang dikalkulasi.

Kalok dihitung-hitung biaya yang dikeluarkan konsumen tidak pernah sesuai dengan promosi yang ditebar oleh operator seluler. Pasalnya semua yang dipromosikan seolah-olah benar membayar seperti Rp 0,0.. per detik hanya bohong belaka. Di belakang tetap ajah ada gembel-gembel embel-embel syarat dan ketentuan berlaku.

Hingga saat ini, belum ada aturan jelas dari pemerintah tentang iklan-iklan yang menyesatkan dalam industri seluler. Memang sudah seharusnya dibenahi ulah operator seluler yang mencari celah kelemahan hukum periklanan. Sayang terkait hal ini pemerintah hanya dapat melakukan himbauan saja tanpa memberikan sanksi atau tindak tegas.

Bukan suatu hal aneh jika sosialisasi dan aturan yang seolah hanya bersifat mengingatkan tanpa sanksi dari regulator tak membuat operator seluler jera. Padahal disela-sela gimmick bombastis dari operator seluler mereka terus meraup penambahan pelanggan yang tak sadar sedang dikibuli. Jumlah konsumen yang terkecoh pun bertambah.

Sementara dari sisi yang berbeda penambahan jumlah pelanggan berkat promo edan-edanan ini justru tidak disertai dengan infrastruktur memadai. Akibatnya kapasitas layanan yang disediakan tidak mampu menampung kebutuhan pelanggan. Ujung-ujungnya kualitas pun merosot.

So…, perihal promosi tak kunjung rampung kini ditambah masalah kualitas layanan yang tidak optimal. Padahal pengguna seluler sendiri berharap iming-iming operator seluler sesuai dengan kenyataan plus rumusan regulasi yang mengatur perihal quality of service akan membuat penyelenggara telekomunikasi lebih berhati-hati dalam memberikan layanan.

Well…, sayang hal itu belum sepenuhnya terjadi, liat ajah keluhan masyarakat tentang kualitas layanan operator seluler masih menyeruak sementara promonya bombastis meraup konsumen terus bergaung.

Selama berbulan-bulan sejak regulasi QoS mulai berlaku (1 April 2008), implementasinya tidak seperti dibayangkan masyarakat karena layanan operator seluler masih belum memuaskan dan cenderung carut-marut. Terlebih lagi trik operator seluler membungkam sosialisasi QoS dengan promosi tarif serta persaingan iklan membuat regulasi ini sedikit terlupakan.

Yeah…, regulasi QoS seolah hanya sekedar numpang lewat doang tidak ada bekasnya. Sementara promosi dengan gimmick yang berlebihan dari operator seluler justru masih terjadi hingga sekarang. Setelah komplain terhadap mutu layanan SMS dan voice sedikit mereda, giliran komplen ke layanan data yang banyak dikeluhkan.

Well…, segini dulu aja yah dah capek nulisnya ntar sayah edit-edit lagi sesuai perkembangan situasi dan kondisi…

Link ke Web

Operator Seluler Indonesia

:  telkomsel ; indosat ; XL ; mobile-8 ; three ; ceriaku ; flexi ; esia ; smart ; axis ; hepi

Artikel Terkait :

==========================================

Surat Terbuka Kepada Semua Operator Seluler Di Indonesia.
Kepada YTH Semua Operator Seluler Di Indonesia, Mulai Dari PT Telkomsel, PT Indosat, PT Excelcomindo, PT Mobile-8,  PT Bakrie Telecom, PT. Natrindo, PT Hutchison Dan Lain Lain Apabila Kami Kurang Mengingatnya.
Kita semua tahu pentingnya informasi disaat ini, dengan banyaknya operator seluler di Indonesia kami berharap bahwa kebutuhan jalur informasi itu dapat terpenuhi dan menjangkau semua lapisan masyarakat di seluruh negeri. Dan Kita semua juga sama sama tahu bahwa masyarakat memang membutuhkan jalur informasi yang murah. Dan salah satu akibatnya adalah perang tarif untuk mendapatkan pelanggan.
TAPI, HUARAP MAKLUM, KAMI JUGA MEMERLUKAN LAYANANAN YANG MANA KAMI TIDAK PERLU NUNGGING DAN WAJIB MUAKKAD MENYEMBAH LANGIT ATAU POHON ASEM HANYA UNTUK MENDAPATKAN SINYAL, ATAU SETIAP 2-5 MENIT SINYALNYA ILANG DI GONDOL WEWE GOMBEL. PHUUUUUELLISSHHHHH DEH, bapak ibu operator tahu kan rasanya mau nelfon pacar yang lagi ngamuk dan gak bisa bisa, sementara mereka berasumsi kita bersama wanita lain padahal kita lagi zakat di kota *eh*.
Ngeri pak, sumpah!
Kami tidak akan sok kaya *tunggakan kami pasti masih tercatatat dibilling system anda*, tapi kami mau kok, SUMPAH PAK/BU, kami mau membayar sedikit lebih mahal untuk layanan yang berkualitas, sedikit tapinya ya, coba bapak ibu berikan gimmick seperti ini.
“PAKAILAH KAMI, HARGA SEDIKIT MAHAL, SINYAL TIADA NGASAL, JARINGAN TIADA BEBAL”
terus bawahnya kasih “lebih mahal 20%, tapi dijamin, + customer service kami sumpah bisa ditelfon”
PUASTI PAK/BU, pasti saya jamin, growth subscriber sampeyan pasti meningkat drastis. Dan team marketing research sampeyan pasti dipenuhi oleh puja puji dari direksi, team marcomm anda pasti gembira, ketemu partner ramah, team network anda happy gak ada lagi congest dan occupancy network yang berlebihan, pemodal anda senang revenue mengalir lancar, artis2 senang foto mereka di iklan anda tidak ditambahin kumis atau giginya dicoretin sampe keliatan gowang, istri dirumah tenang suaminya ditelfon lagi dijalan, dan tidak berasumsi yang bukan bukan.
UJUNGNYA PAK / BU :
Tingkat stress umat manusia di Indonesia berkurang (ini derivatifnya sampeyan bakalan jarang ngeliat header lampu merah yang sadis2)
Produktivitas meningkat (pedagang tempe bisa pesen kedelai cepat, gak perlu ngomel sama mantunya dikampung yang susah ditelfon)
Saya yakin Pak/Bu, presiden bakalan ngasih jimat/tanda kehormatan/piagam apalah itu buat perusahaan sampeyan karena telah membuat bahagia penduduk Indonesia
Jangan lupa, malakikat Rokib pencatat kebaikan, whuhh pasti sibuk nyatetin amal baik sampeyan.
Intinya Pak/Bu, Cobalah ambil celah dari perang tarif, lupakan operator gak mutu yang ngasih harga murah tapi bebal itu, masih banyak potensi market untuk orang nyari produk dan service yang bener, bukan harga murah doang kok yang kita pikirkan, berikan satu layanan yang ekslusif + ditunjang customer service yang baik *minimal bisa dihubungi deh (saking desperatenya nih)*.
Produk murah akan mendapatkan pelanggan, produk murah dengan service yang baik akan mendapatkan pelanggan dan loyalitasnya. Bapak direksi, luangkan lah waktu sejenak untuk mengecek, bener gak sih jaringan kita kaya gitu, bener gak sih customer service kita nyala. Coba untuk telfon atau cek sendiri. Bawahan anda kadang2 terlalu takut untuk menyampaikan kekurangan dari perusahaan bapak, karena itu menyangkut performansi kerja dia dan promosi jabatannya, yang mana memang wajar kok Pak/Bu.
Demikian surat terbuka untuk operator seluler ini kami[1] buat dengan sebenar benarnya dalam tempo yang tidak singkat karena kami sudah sering gonta ganti nomor hanya untuk mencoba layanan mana yang jaringan nya bagus dan customer servicenya nyala.
Jakarta, 20 September 2008
Doddy Ali Wijaya,
[1]. Kami ini sebenernya saya, dan beberapa supporter dibelakang saya yang sudah teriak2 cepet posting karena memiliki perasaan gundah gulana *alah*, yang sama.
[2]. Tidak disponsori oleh operator seluler manapun
[3]. Dibuat dengan tidak mengurangi hormat kami kepada perusahaan, karyawan dan yang berafiliasi dengan perusahaan operator seluler.
[4]. Kalo seide atau bertentangan silahkan tinggalkan komentar.

Operator Seluler Indonesia

TELKOMSEL

PT Telkomsel adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia.

Telkomsel merupakan operator telekomunikasi seluler GSM kedua di Indonesia, dengan layanan paskabayarnya yang diluncurkan pada tanggal 26 Mei 1995. Waktu itu kepemilikan saham Telkomsel adalah PT Telkom (51%) dan PT Indosat (49%). Kemudian pada November 1997 Telkomsel menjadi operator seluler pertama di Asia yang menawarkan layanan prabayar GSM. Telkomsel ini mengklaim sebagai operator telekomunikasi seluler terbesar di Indonesia, dengan 51,3 juta pelanggan dan market share sebesar 51% pada (Maret 2008).

Telkomsel memiliki tiga produk GSM, yaitu SimPATI (prabayar), KartuAS (prabayar), serta KartuHALO (paskabayar).

Saat ini saham Telkomsel dimiliki oleh TELKOM (65%) dan perusahaan telekomunikasi Singapura SingTel (35%). TELKOM merupakan BUMN Indonesia yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Republik Indonesia, sedang SingTel merupakan perusahaan yang mayoritas sahamnya dimiliki oleh Pemerintah Singapura.

Sejak Januari 2009 Presiden Direkturnya dijabat oleh Sarwoto Atmosutarno yang menggantikan Kiskenda Suriadihardja yang telah menjabat sebagai Presdir sejak Maret 2005 adalah.

INDOSAT

PT Indosat Tbk., sebelumnya bernama PT Indonesian Satellite Corporation Tbk., adalah sebuah perusahaan penyelenggara jalur telekomunikasi di Indonesia. Indosat merupakan perusahaan telekomunikasi dan multimedia terbesar kedua di Indonesia untuk jasa seluler (Mentari, Matrix, IM3, StarOne). Saat ini, komposisi kepemilikan saham Indosat adalah: Publik (45,19%), Qatar Telecom QSC (40,37%), serta Pemerintah Republik Indonesia (14,44%), termasuk saham Seri A. Indosat juga mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Jakarta, Bursa Saham Singapura, serta Bursa Saham New York.

XL

PT Excelcomindo Pratama Tbk, atau disingkat XL, adalah sebuah perusahaan operator telekomunikasi seluler di Indonesia. XL mulai beroperasi secara komersial pada tanggal 8 Oktober 1996, dan merupakan perusahaan swasta pertama yang menyediakan layanan telepon seluler di Indonesia.

XL memiliki dua lini produk GSM, yaitu XL Prabayar dan XL Pascabayar. Selain itu XL juga menyediakan layanan korporasi yang termasuk Internet Service Provider (ISP) dan VoIP.

Pemegang saham XL saat ini adalah:

Indocel Holding Sdn. Bhd. (67,02%), merupakan perusahaan yang dimiliki 100% oleh TM International (L) Limited (TMIL). TM International (L) Limited merupakan anak perusahaan Telekom Malaysia Berhad (TM) yang khusus menangani investasi international.

Khazanah Nasional Berhad (16,81%), merupakan organisasi investasi milik Pemerintah Malaysia.

Emirates Telecomunications Corp. (ETISALAT) International Indonesia Ltd. (15,97%), Emirates Telecommunications Corporation (ETISALAT) International Indonesia Ltd. dimiliki 100% oleh Emirates Telecommunications Corporation (“ETISALAT”). ETISALAT adalah perusahaan incumbent jasa telekomunikasi di United Arab Emirate (UAE) yang beroperasi dan mempunyai investasi meliputi 15 negara di kawasan Timur Tengah, Afrika, dan Asia, termasuk diantaranya Afganistan, Central African Republic, Cote D’Ivoire, Mesir, Gabon, Niger, Nigeria, Pakistan, Saudi Arabia, Sudan, Tanzania, dan Togo. ETISALAT baru-baru ini mendapat award sebagai “Best Overall Operator in 2007″ pada Telecoms World Middle East Awards.

AIF (Indonesia) Limited (7,38%), merupakan perusahaan pendanaan swasta yang bermarkas di Hong Kong.

IM3

PT Indosat Multi Media Mobile (Indosat-M3) adalah perusahaan penyedia layanan telefon seluler di Indonesia yang berdiri pada tahun 2001. Pada triwulan akhir tahun 2003, ia telah dilebur (merger) dengan PT Indosat Tbk. Oleh karena itu, sejak saat itu, perusahaan ini bubar dan penanganan produknya diteruskan oleh Indosat.

Produknya antara lain kartu prabayar SMART (sekarang menjadi IM3) dan kartu pascabayar BRIGHT (sekarang menjadi Matrix Auto). Ia mempunyai banyak fitur yang bermanfaat seperti transfer pulsa serta fasilitas GPRS, MMS, Conference Call dan Call Divert.

IM3 juga memiliki jangkauan luas yang didukung oleh “Sinyal Kuat Indosat”, sehingga bisa digunakan di seluruh Indonesia. IM3 diluncurkan pada tanggal 31 Agustus 2001 di Batam dan dilanjutkan dengan kota-kota besar di Jawa dari kota Semarang, Surabaya, Bandung, dan akhirnya Jakarta pada tanggal 14 November 2001.

Frekuensi Pelanggan IM3 dapat menggunakan handphone dual band (900 & 1800 MHZ). Dengan frekuensi dual band ini, diharapkan dapat menampung pelanggan yang lebih banyak dan mengurangi drop call atau network busy serta dapat meningkatkan kualitas suara.

Wilayah cakupan Pelanggan IM3 dapat menggunakan layanan di seluruh Indonesia selama berada pada jangkauan jaringan IM3, Sat-C (Satelit Palapa-C), dan Indosat. Hal ini dimungkinkan karena “Sinyal Kuat Indosat” sebagai hasil merger PT Indosat, PT Indosat Multi Media Mobile, & PT Satelindo.

Satelindo

PT Satelit Palapa Indonesia (Satelindo) ialah bekas anak perusahaan PT Indosat Tbk. yang bergerak dalam bidang telekomunikasi seluler GSM. Semenjak triwulan akhir tahun 2003 PT Indosat memegang kendali penuh PT Satelindo dengan diakuisisi dan sekarang telah bergabung dengan PT Indosat Tbk. Sehingga, sejak saat itu, perusahaan ini resmi bubar.

Satelindo didirikan pada tahun 1993 (mulai beroperasi pada tahun 1994 sebagai operator GSM). Ia merupakan operator seluler GSM pertama di Indonesia yang menyediakan layanan komunikasi bergerak dengan kartunya yaitu Mentari dan Matrix.

Telkom

PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk adalah perusahaan informasi dan komunikasi serta penyedia jasa dan jaringan telekomunikasi secara lengkap di Indonesia. TELKOM mengklaim sebagai perusahaan telekomunikasi terbesar di Indonesia, dengan jumlah pelanggan telepon tetap sebanyak 15 juta dan pelanggan telepon seluler sebanyak 50 juta.

TELKOM merupakan salah satu BUMN yang sahamnya saat ini dimiliki oleh Pemerintah Indonesia (51,19%) dan oleh publik sebesar 48,81%. Sebagian besar kepemilikan saham publik (45,58%) dimiliki oleh investor asing, dan sisanya (3,23%) oleh investor dalam negeri. TELKOM juga menjadi pemegang saham mayoritas di 9 anak perusahaan, termasuk PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel)

Presiden direktur PT Telkom saat ini adalah Rinaldi Firmansyah yang menggantikan Arwin Rasyid pada 28 Februari 2007.

TelkomFlexi

TelkomFlexi merupakan salah satu produk telepon fixed wireless yang dikeluarkan oleh PT Telekomunikasi Indonesia, Tbk. Produk ini lebih dikenal dengan nama “Flexi” saja. Saat ini operasionalnya dikelola melalui salah satu Divisi di Telkom, yaitu Divisi Fixed Wireless Network (DIV FWN).

Flexi menggunakan teknologi CDMA (Code Division Multiple Access) 2000 1x, dan berlisensi sebagai Fixed Wireless Access (FWA) atau Telepon Tetap Nirkabel. Sampai posisi saat ini, Flexi masih menjadi operator terbesar dalam layanan FWA di Indonesia.

STARONE

StarOne ialah suatu jenis layanan telekomunikasi pascabayar dan prabayar yang menggunakan sistem telepon seluler digital yang lebih dikenal dengan istilah CDMA (Code Division Multiple Access). Ia dikeluarkan oleh PT Indosat Tbk.. Ia merupakan sebuah terobosan baru yang memperkenalkan biaya telepon genggam dengan harga yang lebih murah.

StarOne Mitra Telekomunikasi

StarOne Mitra Telekomunikasi (SMT) ialah anak perusahaan PT Indonesian Satellite Corporation Tbk. SMT didirikan pada tanggal 15 Juni 2006 untuk menjalankan usaha konstruksi dan operasi jaringan akses tetap nirkabel yang menggunakan teknologi CDMA 2000 1x di Jawa Tengah dan DIY. Indosat memiliki saham sebesar 14,60% di SMT.

Jaringan

Kali pertama StarOne dikeluarkan ia menggunakan jaringan CDMA 2000 1x yang berlisensi sebagai Fixed Wireless Access (FWA) atau disebut dengan telefon tetap nirkabel dengan frekuensi 1900 Mhz. Sesuai dengan Keputusan Pemerintah yang tertuang dalam Keputusan Menteri Komunikasi & Informasi KM 181/KEP/M.KOMINFO/12/2006 dan perubahannya mengenai penataan kembali penggunaan Frekuensi bagi seluruh operator CDMA, maka pemerintah telah menetapkan frekuensi 800 Mhz baru bagi layanan StarOne Indosat. Perpindahan frekuensi berlaku di seluruh Indonesia. Untuk daerah Jadetabek dan sekitarnya serta Bogor, yang semula menggunakan band frekuensi 1900 MHz menjadi band frekuensi 800 MHz serta di luar Jabodetabek bergeser dari band frekuensi 800 MHz yang lama (band A) ke band frekuensi 800 MHz yang baru (band B).

Secara umum, keuntungan bagi pelanggan dengan adanya perpindahan frekuensi ini, di antaranya yaitu:

  • Terdapat lebih banyak pilihan merek dan jenis terminal 800 MHz yang tersedia di pasaran dibandingkan dengan merek dan jenis terminal 1900 MHz.
  • Harga terminal dengan frekuensi 800 MHz relatif lebih murah.
  • Mutu terminal 800 MHz pada umumnya lebih andal dibandingkan dengan mutu Terminal 1900 MHz.
  • Mutu sinyal StarOne frekuensi 800 MHz lebih baik karena memiliki jangkauan yang lebih jauh dan kekuatan sinyal (sinyal bar) lebih baik dibandingkan dengan mutu sinyal pada frekuensi 1900 MHz.

Cakupan dan fitur

Status cakupan StarOne sampai akhir tahun 2008 meliputi: Banda Aceh, Lhok Seumawe, Medan, Brastagi, Pematang Siantar, Rantau Prapat, Kisaran, Batam, Tanjung Balai, Tanjung Pinang, Pekanbaru, Duri, Dumai, Padang, Bukittinggi, Palembang, Bandar Lampung, Jadetabek, Bogor, Bandung, Cirebon, Semarang, Salatiga, Solo, Klaten, Boyolali, Tegal, Brebes, Kudus, Jepara, Demak, Yogyakarta, Surabaya, Mojokerto, Jombang, Malang, Pasuruan, Kediri, Blitar, Madiun, Tulungagung, Denpasar, Balikpapan, Samarinda, Bontang, Banjarmasin, Pontianak, Makassar, Pare-pare, Manado, Gorontalo, Kendari.

Pelanggan yang menggunakan fitur “Jelajah” StarOne dari satu area tetap bisa menggunakan StarOne di area yang lainnya. StarOne melayani kebutuhan komunikasi suara, sms dan data bagi pelanggan di 52 kota yang tersebar mulai dari Pulau Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan dan Sulawesi.

Mobile-8 Telecom

PT Mobile-8 Telecom Tbk., atau disingkat Mobile-8 adalah perusahaan operator seluler berbasis CDMA di Indonesia yang didirikan pada bulan Desember 2002. Mobile-8 memiliki produk layanan dengan nama pasar Fren Dan HEPI, yang diluncurkan pada tanggal 8 Desember 2003. Saat ini layanan Fren hanya terdapat di Pulau Jawa.

Presiden Direktur PT Mobile-8 Telecom saat ini adalah Hidajat Tjandradjaja.

Hepi adalah layanan sistem telepon seluler digital (CDMA) yang dirilis oleh Mobile-8 untuk telepon genggam (ponsel) dengan biaya lokal. Hepi menggunakan jaringan CDMA Frekuensi 800 MHz untuk seluruh wilayah di Indonesia.

Fren

Fren adalah layanan kartu selular 3G berbasiskan teknologi wireless CDMA2000 1x EVDO Rev A yang murah dan tidak repot. Perbedaan kartu Fren dengan operator CDMA Lainnya antara lain:

  • Layanan Selular berlisensi nasional tidak dibatasi oleh kode Area. Prefix Fren 0888.
  • Layanan Selular dengan Tarif murah CDMA.
  • Layanan CDMA tidak perlu registrasi tiap ke luar kota.
  • Fren bisa digunakan di Indonesia dan di luar negeri. Khusus diluar negeri Fren bisa digunakan di ponsel CDMA ataupun GSM.
  • Memiliki fitur akses data dengan kecepatan wireless broadband 3G/HSDPA hingga 3.1Mbps.
  • Memiliki layanan 3G : Video streaming, Mobile TV, Traffics Monitoring, Video Chatting.
  • Pilihan Ponsel Murah dan Keren.

Fren memiliki dua layanan yaitu Fren Prabayar & Fren Pascabayar.

Bakrie Telecom

PT. Bakrie Telecom,tbk (IDX: BTEL) adalah perusahaan operator telekomunikasi berbasis CDMA di Indonesia. Bakrie Telecom memiliki produk layanan dengan nama produk Esia serta Wifone.

Perusahaan ini sebelumnya dikenal dengan nama PT Ratelindo, yang didirikan pada bulan Agustus 1993, sebagai anak perusahaan PT Bakrie & Brothers Tbk yang bergerak dalam bidang telekomunikasi di DKI Jakarta, Banten dan Jawa Barat berbasis Extended Time Division Multiple Access (ETDMA). Pada bulan September 2003, PT Ratelindo berubah nama menjadi PT Bakrie Telecom, yang kemudian bermigrasi ke CDMA2000-1x, dan memulai meluncurkan produk Esia. Pada awalnya jaringan Esia hanya dapat dinikmati di Jakarta, Banten dan Jawa Barat, namun sampai akhir 2007 telah menjangkau 26 kota di seluruh Indonesia dan terus berkembang ke kota-kota lainnya.

Pada tahun 2006, Bakrie Telecom telah go-public dengan mendaftarkan sahamnya dalam Bursa Efek Jakarta.

Layanan sambungan internasional

Pada 17 September 2007, pemerintah Indonesia memberikan lisensi atas jaringan tetap sambungan langsung internasional Indonesia kepada Bakrie Telecom. Sebagai bagian dari lisensi ini, Bakrie Telecom diharuskan membangun jaringan tetap untuk sambungan langsung internasional. Pada 5-tahun pertama, Bakrie Telecom diharuskan membangun jaringan yang menghubungkan Batam, Singapura, dan Amerika Serikat. Jika target ini tidak terpenuhi, pemerintah akan mendenda Bakrie Telecom. Dirjen Pos dan Telekomunikasi Basuki Yusuf Iskandar memperkirakan Bakrie akan dapat mengkomersialisasi layanan ini dalam tiga tahun ke depan.

3 (telekomunikasi)

3 (baca: tri; dari bahasa Inggris untuk angka tiga: “Three”) adalah nama merek yang digunakan untuk sembilan jaringan telekomunikasi seluler di Eropa, Asia, dan Australia. Hutchison Whampoa memiliki saham (baik saham mayoritas maupun minoritas) di kesemuanya. Seluruh jaringan bermerek 3 tersebut menyediakan teknologi 3G dan mementingkan layanan “multimedia bergerak” mereka. Jaringan ini hadir di Australia, Austria, Britania Raya, Denmark, Hong Kong, Indonesia, Irlandia, Italia, dan Swedia.

Indonesia

Jaringan 3 dioperasikan PT. Hutchison Charoen Pokphand Telecom (HCPT),[1] yang 60% sahamnya dimiliki Hutchison Whampoa dan sisanya oleh Charoen Pokphand. Meskipun lisensi 3G telah diperolehi pada tahun 2004 saat perusahaan tersebut masih bernama Cyber Access Communication, layanan 3G baru mulai diluncurkan pada 29 Maret 2007 dengan wilayah jangkauan Jakarta pada awalnya.3 sendiri mengklaim telah mendapatkan 2.3 juta pelanggan sampai kuartal kedua tahun 2008. Pada tanggal 8 September 2008, 3 mempromosikan GRATIS SMS ke semua operator, semua orang.

Natrindo Telepon Seluler

PT.Natrindo Telepon Seluler atau dikenal juga dengan nama Lippo Telecom selaku pemegang brand AXIS merupakan operator penyedia layanan seluler GSM dan 3G di Indonesia. AXIS mulai beroperasi di Jawa dan Sumatera, dan saat ini sedang gencar mengembangkan jaringan 2G dan 3G-nya ke beberapa wilayah lain di Indonesia.

Sejarah

Axis adalah perusahaan operator telekomunikasi seluler GSM 1800 pertama di Indonesia [1] dengan fokus awal operasi tahun 2001 di wilayah Jawa Timur

AXIS didukung oleh dua operator terkemuka di Asia: Saudi Telecom Company, penyedia layanan telekomunikasi nasional Arab Saudi dan Maxis Communications Berhad, penyedia layanan telekomunikasi terbesar di Malaysia

Sampoerna Telekomunikasi Indonesia

PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia adalah sebuah perusahaan telekomunikasi di Indonesia.

Ceria merupakan Produk telekomunikasi dari PT. Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) yang berbasiskan CDMA 2000 1x. Ceria berjalan di frekwensi 450Hz, yang saat ini lisensi pada frekwensi tersebut hanya dimiliki oleh Sampoerna Telekom.

Dengan memadukan teknologi spektrum frekuensi 450 MHz dengan teknologi CDMA 2000 1x, Sampoerna Telekom memiliki berbagai keunggulan, terutama dalam hal jangkauan (coverage) dan efisiensi penggunaan spektrum frekuensi. Sehingga mampu menyediakan akses telekomunikasi dengan biaya hemat sampai ke daerah-daerah yang sebelumnya tidak terjangkau atau tidak terlayani dengan baik.

Sampoerna Telekom telah memperluas layanannya hingga ke Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Palembang, Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga akhir tahun lalu.

Pada saat yang sama Sampoerna juga telah memberikan layanan telekomunikasi di wilayah Jambi (Bangko dan Muarabungo) dan Provinsi Riau (Pekanbaru, Dumai, Rengat dan Tembilahan). Sebelumnya operator tersebut telah menjangkau Provinsi Lampung, Bali, dan Lombok. Sementara awal Oktober akan segera menjangkau Provinsi Sumatra Selatan, Jambi, Riau dan disusul kemudian Provinsi Jawa Timur dan Jateng. Hingga pertengahan tahun lalu, jumlah pelanggan STI telah mencapai 39.000 sambungan Ceria CDMA (digital) dan masih ada sekitar 3.000 Neon NMT (analog) yang tersebar di daerah pedesaan.

Smart Telecom

Smart Telecom Salah satu operator layanan telekomunikasi seluler di Indonesia dengan jaringan CDMA 2000 yang memungkinkan komunikasi seluler dengan suara yang lebih jernih dan akses data berkecepatan tinggi kepada para penggunanya.

WIS INI DULU AJAH CAPEK……………………………..

Sumbe : id.wikipedia.org

==========================================

Operator telepon selular dan penyedia jasa layanan publik harus lebih serius memperhatikan kepuasan konsumen. Alih-alih meraup untung miliaran rupiah, malah bisa dipenjara.

“RUU pelayanan publik sedang kita bahas, nanti sinyal HP putus-putus, jalan rusak, harga air kemasan naik atau bermasalah bisa diadukan,” tutur Wakil Ketua Komisi II DPR, Sayuti Ashyatri, saat ditemui wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (19/5/2009).

Menurut Sayuti, RUU pelayanan publik yang tengah digarap DPR ini ditujukan untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik. Dengan cara ini, DPR berusaha memenuhi kebutuhan dasar publik akan pelayanan yang lebih baik.

“Peningkatan berbagai pelayanan masyarakat, tidak cuma KTP, tapi juga sinyal telepon selular, pembangunan jalan, dan lain-lain,” tutur Sayuti.

Sayuti kemudian mencontohkan beberapa permasalahan yang bakal dihadapi para pemborong nakal. Mereka harus benar-benar mematuhi setiap detail tahap yang ditentukan RUU pelayanan publik.

“Harus ada perjanjian tertulis, kalau membuat jalan, jalan itu tidak bisa rusak berapa lama, kalau iklan selular tidak boleh bohong,” ujar Sayuti serius.

Sayuti kemudian menjelaskan ganjaran bagi pemborong nakal yang hobi menipu pelanggannya. “Pemborongnya yang bertindak sebagai penanggungjawabnya, apabila ada apa-apa bisa dikenai sanksi penjara,” ujar Sayuti.

“Dalam waktu dekat, semoga bulan Mei sudah paripurna,” pungkasnya.

==========================================

iseng-iseng, ndak mutu cuma mau nitip kata kunci :

operator seluler

di Google………………… piiiiiiiiiiiiiiiiiiiiisssssssssssssssssssssss……………..

Satu Tanggapan

  1. Mosi tidak percaya untuk Simpati. Di website dan iklannya tarif sms sesama Rp. 100, tapi faktanya Rp. 120

    kata mbah kuncen siluman buaya biaya :D

Tinggalkan Balasan